Kampung Arab yang telah ada sekitar tahun 1206 Hijriah dan didiami keluarga Arab bermarga Al Munawar yaitu Syeikh Abdurrahman Al Munawar. Terdapat deretan rumah-rumah tua yang berusia mencapai hingga 250 tahun yang masih kokoh berdiri. Memperhatikan bentuk-bentuk rumah, ada yang berbentuk rumah limas, rumah adat Sumatera Selatan. Ada juga rumah yang kental dengan sentuhan Timur Tengah dan Eropa.

Habib Abdurrahman Al Munawar adalah tokoh yang dihormati, dan juga menjadi asal muasal nama kampung ini. Beliau adalah salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam mula-mula di kawasan ini.

Ada sekitar 30 kepala keluarga (kira-kira 300 penduduk) yang mendiami Kampung Al Munawar. Mereka semua mempunyai tali darah persaudaraan karena aturan yang tidak membolehkan mereka untuk menikah dengan orang di luar kampung. Namun aturan itu hanya berlaku untuk para perempuannya saja. Para pria tetap boleh menikahi perempuan di luar kampung namun tetap saja darah Arabnya masih kental dari garis keturunan Ayah.

Kampung Arab ini juga sama tuanya seperti kampung Kapiten China di kawasan 7 Ulu Palembang, dan Kapten India di Kertapati, Palembang. Umumnya rumah-rumah yang ada di kampung ini adalah berkonstruksi rumah panggung.

Kondisi kampung Arab Al Munawar ini masih asli sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini, tetap sama seperti dulu dan tidak ada perubahan sama sekali. Dari total  17 bangunan rumah yang ada di kawasan Kampung Arab Al Munawar ini, hanya delapan rumah saja yang menjadi cagar budaya.

Kedelapan rumah tersebut mulai dari Rumah Tinggi, Rumah Kembar Laut, Rumah Limas hingga Rumah Batu.

Umumnya mereka berprofesi sebagai pedagang sekaligus menjadi ustadz, penceramah ataupun guru mengaji.

Rumah-rumah berkonstruksi kayu dan rata-rata rumah panggung, hanya ada 2 rumah yang dibangun bukan menjadi rumah panggung yakni rumah batu dan rumah limas. Arsitektur bangunan di Kampung Arab Al Munawar ini merupakan perpaduan antara Timur Tengah, Palembang dan Eropa. Bangunan rumah dengan menggunakan bahan utama kayu unglen yang terkenal dengan kekuatannya dan anti rayap serta sebagian menggunakan batu. – (diolah dari berbagai sumber)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here