Usaha kerajinan rotan yang menghasilkan ayunan untuk bayi, kursi, mainan kuda-kudaan, keranjang dan juga tudung saji tak berpengaruh terhadap saingan produk-produk atau barang pabrik yang terbuat dari plastik dan juga besi.

Pak Arman Ketua R.T 44, R.W 13, kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, mengatakan sampai saat ini, pelaku industri rotan  masih tetap berkarya menghasilkan berbagai produk yang diminati masyarakat Palembang.

Salah satu warganya bernama Pak Muhammad, adalah pelaku industri rotan yang masih menganyam dan juga membuat berbagai macam perabotan yang berbahan dasar rotan.

Pak Muhammad mengatakan, sudah sejak tahun 1995 mulai menggeluti usaha rotan hingga sekarang.  Pangsa pasar hasil produk rotan masih memiliki segmentasi tersendiri di masyarakat.Industri rotan sampai saat ini masih diminati, yah walaupun sekarang ada sedikit penurunan daya beli, namun jika jelang hari raya idul fitri biasanya akan mengalami kenaikan penjualan,” jelasnya,

Disisi lain, hasil dari kerajinan rotan ini lebih terbilang praktis, harga terjangkau dan juga tahan sampai turun temurun.

“Dibandingkan dengan produk-produk lain zaman sekarang ini dimana harganya cukup tinggi dan juga tidak tahan lama, mungkin itulah yang menyebabkan masih banyak peminat produk kerajinan rotan ini,” ujar Pak Muhammad.

Sementara untuk tahap pengerjaan dalam menyelesaikan satu buah produk kerajinan rotan ini tergantung bentuknya. Misalnya Untuk 1 set kursi bisa memakan waktu hingga setengah bulan.

“Tergantung bagaimana sistem kerjanyalah. Kalau banyak istirahat, lama juga baru selesainya. Tapi kalau memang dari pagi mengerjakannya, banyak pula yang siap,”katanya.

Pak Muhammad membeli rotan dari daerah 1 Ilir.”masalah kami adalah kurangnya modal usaha untuk stok bahan baku. Kami membutuhkan bapak angkat agar usaha kami lebih berkembang dan maju. – Guntur

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here