Dijadikan sebuah kampung wisata tentunya Al Munawar mempunyai keunggulan tersendiri. Kampung ini menjadi satu kampung Arab tertua di Palembang yang sudah ada sejak lebih dari 230 tahun lalu. Dinamakan Al-Munawar karena pendiri kampung ini ialah Syeikh Abdurrahman Al Munawar, tokoh Arab yang mendiami lokasi tersebut sejak tahun 1206 Hijriah.

Ada sekitar 17 rumah tua di kampung ini dimana 8 diantaranya masuk dalam Bangunan Cagar Budaya. Rumah tertua berusia sekitar 350 tahun dan hingga kini masih kokoh berdiri bahkan semakin cantik setelah dipugar. Menariknya, dari sekitar 300 penduduk yang ada, semuanya memiliki garis kekerabatan yang erat. Hal ini karena tradisi disana yang tidak memperbolehkan anak perempuan menikah dengan orang diluar kampung. Untuk pria dibolehkan menikahi perempuan luar kampung tetapi tentu saja garis keturunan Ayah sebagai orang Arab tentu memiliki pengaruh lebih kental dalam silsilah. Intinya ketika datang ke kampung ini, kita seolah berada di Little Arab karena semua warganya adalah orang Arab dengan cirinya yang sangat khas.

Kembali karena merupakan kampungnya warga Arab, maka nilai-nilai Islam menjadi atmosfer utama. Jumat adalah hari libur, termasuk untuk anak sekolah. Uniknya di hari Minggu justru sekolah tetap berlangsung. Di moment-moment khusus seperti Tahun Baru Islam, Maulid Nabi, dan Ramadhan, maka ada berbagai acara budaya yang dilakukan di Al-Munawar seperti kesenian gambus. Inilah yang juga menjadikan Al-Munawar sebagai salah satu lokasi wisata religi terbaik di Palembang..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here