Sentra produksi kemplang berlokasi di belakang Polresta Palembang, tepatnya di R.T 17 R.W 04 Kelurahan Sileberanti, Kecamatan Jakabaring.

Hampir semua warga R.T 17 memproduksi kemplang, kerupuk, dan banyak jenis olahan yang berbahan baku terigu dan ikan.

Ketua R.T 17 Ibu Yuliati mengajak warganya ke tempat Ibu Bety (43) yang memproduksi kemplang mentah (belum dipanggang).

Ibu Bety bersama suami, Pak Kamhar setiap hari memproduksi kemplang, dengan dibantu oleh keluarga dekat. Mereka dapat menghasilkan paling sedikit 5 ribu keping kemplang mentah.

Pak Kamhar dan Ibu Bety sudah sekitar 10 tahun menggeluti bisnis pembuatan kemplang. Semula mereka menjual ke pengepul berupa kemplang sudah dipanggang, namun karena efisiensi maka mereka hanya memproduksi kemplang mentah saja.

Usaha sudah turun temurun Keluarga Pak Kamhar.

Pak Kamhar dan Ibu Bety menjelaskan, proses produksi pembuatan kemplang, mulai dari membuat adonan sebagai “umak” untuk dibuat seperti lenjeran, kemudian dipotong kecil-kecil, lalu digilas sama botol sehingga pipih bulat, terus proses penjemuran diwadahi dengan tampa.

Adonan kemplang terdiri dari ikan jenis sarden, tepung tapioka, serta bumbu-bumbu.

Proses perebusan tidak memakai gas tapi dengan arang. Alasannya, kalau memakai arang pemanasannya merata dan hemat, ketimbang memakai bahan bakar jenis gas.

Seiring waktu kemplang bikinan Pak Kamhar dan Ibu Bety ini digemari oleh masyarakat, karena sebagian pengepul hanya mau membeli dari hasil produksi mereka saja.

Pak Kamhar dan Ibu Bety mempunyai keinginan agar produksi mereka bisa terus berkesinambungan, karena usaha itu satu-satunya penghasilan keluarganya.

Ketua R.T 17 Ibu Yuliati terus berupaya agar warganya mendapat bantuan dari pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah Kota Palembang. Dia berharap, dapat meningkatkan kesejahteraan dan bantuan pemerintah juga dapat menjadikan kawasannya sebagai sentra produksi kemplang dalam skala yang lebih besar lagi.

Ibu Yuliati mengatakan, “Kami berharap pelaku usaha kecil terus berkembang dan dapat menjadi penopang hidup dalam mensejahterakan keluarga.” – Guntur

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here