Tradisi Muharaman di Kota Palembang, sangat kental dengan nuansa Islam. Palembang merupakan pusat kebudayaan Islam berbahasa Melayu di era Kesultanan Palembang Darussalam (1800-1850 M).

Demikian juga pada bulan Muharam,  khususnya pada tanggal 10 banyak amalan yang diajarkan oleh ulama, sehingga menjadi adat atau kebiasaan orang Palembang. Seperti sedekah bubur Asyura dan mengusap kepala anak yatim dengan memberikan sejumlah uang untuk menggembirakan hati anak yatim tersebut.

Dahulu setiap kampung di Kota Palembang, baik di Seberang Ulu maupun di Seberang Ilir diselenggarakan sedekah bubur pada 10 Muharam. Wilayah Seberang Ilir yang rutin mengadakan adalah H. Abdul Rozak (HAR), di daerah Cinde Nang Uteh, dan lain-lain. Daerah Seberang Ulu sekarang dilestarikan oleh Ustadz H. Taufik Hasnuri dan sesepuh warga 12 Ulu.

Kami sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan mengimbau kepada semua umat Islam yang ada di Palembang khususnya, agar melestarikan ibadah yang sudah menjadi adat dan melekat di masyarakat Palembang.  Guntur

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here