Hampir 90 persen warga Kampung Karang Anyar adalah suku Jawa. Pekerjaan mayoritas warga Karang Anyar adalah karyawan PTP Nusantara VII dan perusahaan swasta. Sebagian lagi bekerja sebagai petani karet menyadap kebun karet milik mereka sendiri.

Usai bekerja, sebagai pelepas penat mereka sering nembang Jawa diiringi dengan alat musik gamelan. Pak Ratmin (42) salah satu warga Karang Anyar yang turut serta melestarikan kesenian tari Kuda Lumping.

Sebagai ketua grup kesenian tari Kuda Lumping yang bernama Setyo Turonggo, dahulunya bernama Cahyo Kawedar, merasa bertanggung jawab atas lestarinya kesenian yang dibawa oleh pini sepuh Karang Anyar.

Salah satu alat musik yang mengiringi tari Kuda Lumping adalah angklung, selain gamelan, gong, dan gendang. Inilah letak keunikan grup kesenian tari kuda lumping binaannya.

“Pemain tari Kuda Lumping terdiri dari sinden, penabuh angklung, gong, serta gamelan. Juga ada penari Kuda Lumping. Pemainnya berjumlah 20-25 orang,” ujar Pak Ratmin.

Pak Ratmin sebagai penerus tradisi kesenian tari Kuda Lumping dari pini sepuh Pak Wagirin, terus aktif membina para pemuda untuk mencintai kesenian tari Kuda Lumping di Karang Anyar. Ia mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk dapat membina grup kesenian yang ada di tempatnya. Masyarakat dapat menghubungi nomor telepon seluler (ponsel) 0853 8047 6609 bila mau menanggap kesenian tradisional Kuda Lumping asuhan Pak Ratmin. Guntur

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here