Iman Setiawan Kasi. Sejarah Disbud, Kota Palembang

 

Dalam bahasa Palembang, Telok berarti telur dan Abang berarti Merah. Telok Abang adalah telur rebus yang berwarna merah. Asal mula Telok Abang ini dimulai sejak peringatan Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina II saat Indonesia masih dijajah Belanda. Untuk memeriahkannya, masyarakat Kota Palembang membuat telur yang dicat merah. Awalnya telok abang ini menggunakan telur itik, namun kini dengan telur ayam.

Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, Telok Abang ini biasanya ditancapkan di perahu, pesawat terbang dan mobil-mobilan yang terbuat dari kayu atau gabus.

Sejarah asal mula “telok abang” atau pernik khas HUT RI di Kota Palembang, ternyata bermula dari peringatan Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina II saat Indonesia masih dijajah Belanda.

Pada waktu itu masyrakat Kota Palembang memeriahkannya dengan membuat telur yang dicat merah atau dikenal sebutan telok abang, sejak Palembang resmi lepas dari era penjajahan Belanda, tradisi telok abang pun diteruskan tiap peringatan HUT RI setiap tahunnya.

Awalnya telor abang diambil dari telur itik kemudian diberi pewarna kesumbo (tinta digunakan untuk mengecap karung beras dan gula.

Karena bahan yang tidak aman untuk dikonsumsi, saat ini para penjual mengganti pewarna kesumbo dengan pewarna kue atau yang biasa dikenal dengan abang kue.

Bentuk telok abang pun kian tahun semakin variatif, bila dulu hanya dipadukan dengan kapal laut dan kapal terbang yang terbuat dari bahan gabus berwarna kuning, maka saat ini bentuk dan warnanya sudah dibuat lebih banyak.

dibuat lebih banyak.

Biasanya di bagian atas mainan kapal-kapalan gabus ini diletakkan telok abang, sehingga menambah suasana semakin semarak dan menarik bagi anak-anak balita untuk membelinya. Mengenai harga jual bervariasi tergantung tingkat kesulitan membuat kapal berbahan gabus tersebut, di samping itu perbedaan harga juga ditentukan oleh keberadaan telok abang.

Ia mencontohkan, kapal laut di bagian atasnya ada telok abang dihargai mulai dari Rp 20 ribu per unit, sementara tanpa telok abang hanya Rp15 ribu per unit.

 

TELOK UKAN

Meskipun wadahnya memang berasal dari cangkang telur bebek, isinya bukan telur lho. Telok Ukan berisi semacam kue olahan telur, layaknya kue srikaya namun dengan rasa yang berbeda. Kue Srikaya terkenal dengan rasa manisnya, namun isi Telok Ukan rasanya gurih dan asin. Rasa gurih dan asin tersebut berasal dari perpaduan rasa telur, santan dan kapur sirih.

 

TELOK PINDANG

Kalau Telok Ukan disajikan tanpa isi, sebaliknya Telok Pindang disajikan tanpa cangkang. Kalau dicari yang mirip, telok pindang hampir sama bentuknya dengan telur yang dikasih kuah rendang kering. Dari namanya, Telok Pindang merupakan telur rebus yang diolah dengan bumbu pindang yang dimasak hingga kering. Bumbu pindang merupakan olahan daun jambu biji, daun salam, kulit bawang dan garam. Umumnya dalam kuliner khas Sumatera Selatan, pindang disajikan sebagai kuah untuk daging ikan dan sapi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here